Yang dulunya cuman iseng, iseng ngumpul bareng, iseng maen bareng, iseng curhat bareng. segalanya kita niatkan cuman iseng aja.
Lama-lama kita saling tahu karakter masing-masing, saling tahu hobi masing-masing, saling tahu masalah masing-masing, sampai akhirnya kita tahu kekurangan kita masing-masing.
Lama-lama kita saling tahu karakter masing-masing, saling tahu hobi masing-masing, saling tahu masalah masing-masing, sampai akhirnya kita tahu kekurangan kita masing-masing.
Mulailah dari sini timbul beberapa masalah dalam hubungan kita, yang membuat kita sempat menjauh, sempat membenci, sempat dendam, sempat memutuskan untuk berpisah.
Aku bersyukur semua itu diikuti dengan kata "sempat", yang menunjukan bahwa kita tidak akan berpisah...
Aku bersyukur semua itu diikuti dengan kata "sempat", yang menunjukan bahwa kita tidak akan berpisah...
Dari setiap masalah yang ada dalam kisah kita, semua itu membuat persahabatan kita semakin kuat, semakin tak terpisahkan, semakin melekat seakan-akan hati kita bersatu. Tapi memang begitulah nyatanya, hati kita sudah melekat satu sama lain, sudah bisa saling merasakan, sudah terbentuk menjadi sebuah tubuh, yang ketika kaki terluka maka tangan turun untuk mengobati, ketika mata menangis maka tangan naik untuk mengusap air mata agar tak lagi jatuh..
Waktu terus berlalu, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari telah berlalu..
Dan sekarang raga kita sudah saling jauh, sudah tak banyak lagi waktu yang bisa kita gunakan untuk berkumpul lagi, untuk berbagi cerita lagi, untuk kembali tertawa lepas bersama-sama lagi.
Sekarang, hanya lewat sosmed kita bisa saling berbagi kabar, saling berkata rindu, ya, sekarang aku tau bahwa rindu itu memang berat kawan.
Dan sekarang raga kita sudah saling jauh, sudah tak banyak lagi waktu yang bisa kita gunakan untuk berkumpul lagi, untuk berbagi cerita lagi, untuk kembali tertawa lepas bersama-sama lagi.
Sekarang, hanya lewat sosmed kita bisa saling berbagi kabar, saling berkata rindu, ya, sekarang aku tau bahwa rindu itu memang berat kawan.
Sahabatku.. Saat nanti kita dewasa, ceritakanlah semua kisah tentang persahabatan kita ini kepada anak-anak kita, agar kisah indah ini tidak berhenti di kita, agar anak-anak kita juga melanjutkan kisah ini...
Sahabatku.. Semoga kalian disana selalu dalam perlindunganNya, semoga mimpi-mimpi kita semua bisa terwujud, dan semoga kita bisa tetap terus bersama sampai di surgaNya kelak..
Sahabatku.. Takkan pernah ada akhirnya tulisanku jika tentang kalian, kalian adalah kumpulan kisah yg tak bisa diungkapkan lewat sebuah tulisan, kalian adalah bagian dari diriku yang takkan pernah bisa lepas dari diriku, nama kalian akan tersimpan rapih di hati ini..
Sahabatku.. Semoga kalian disana selalu dalam perlindunganNya, semoga mimpi-mimpi kita semua bisa terwujud, dan semoga kita bisa tetap terus bersama sampai di surgaNya kelak..
Sahabatku.. Takkan pernah ada akhirnya tulisanku jika tentang kalian, kalian adalah kumpulan kisah yg tak bisa diungkapkan lewat sebuah tulisan, kalian adalah bagian dari diriku yang takkan pernah bisa lepas dari diriku, nama kalian akan tersimpan rapih di hati ini..
Sahabat.. Itulah sebutan untuk kalian, manusia yang mengenalku lebih dari keluargaku sendiri..
Terima kasih, telah membuatku tersenyum dengan ikhlas, bahkan menangis dengan ikhlas...
Terima kasih, telah membuatku tersenyum dengan ikhlas, bahkan menangis dengan ikhlas...
Bogor, 21 Mei 2018
GNC
Ikhlas pula dalam melepaskan agar rindu lebih berarti
ReplyDeletebukan melepaskan, tapi membiarkannya berpetualang mencari bahan untuk cerita kita saat nanti berjumpa lagi
Delete\